Mencari Kebahagiaan

Di sebuah telaga yang indah, dengan air yang sangat jernih dan alirannya yang tenang terlihat seorang pemuda yang berada di sisi telaga dengan tatapan mata yang sayu mengarah ke hamparan air telaga yang menenangkan.Tatapan mata yang kosong menandakan suasana hatinya yang sedang bimbang dan hampa. Dia telah berkelana ke berbagai tempat untuk mencari sebuah kebahagiaan, tapi belum ada satupun yang bisa membuatnya bahagia, Tiba-tiba ada suara yang memecahkan kesunyian telaga.

Kebahagiaan Dan ketenangan Hati
Kebahagiaan Dan ketenangan Hati

“Apakah yang kamu lakukan sendirian disini wahai pemuda?, tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar telaga itu.

Pemuda itupun menoleh kebelakang sambil berkata “Saya sudah sangat lelah kek, aku sudah mengembara sejauh ini untuk mencari kebahagiaan, tapi sampai saat ini saya belum menemukannya, entahlah kemana lagi saya harus mencarinya” keluh pemuda itu dengan wajah yang muram.

Menemukan Kebahagiaan

Pergilah kesebelah sana ada sebuah taman yang indah, tangkaplah seekor kupu-kupu, nanti saya akan berikan kamu nasehat agar kamu bisa menemukan kebahagiaan yang kamu cari selama ini,”kata si kakek”. Meski ragu pemuda itupun mengikuti apa yang telah di perintahkan oleh kakek itu, Setelah berjalan ke arah yang di tujukan tak beberapa lama, pemuda itu menemukan taman yang sangat indah, taman itu di penuhi berbagai macam bunga yang sedang bermekaran, pohon-pohon yang rindang dan banyak kupu-kupu yang elok dan indah beterbangan di antara bunga-bunga. Dari kejauhan si kakek tua itu memperhatikan tingkah si pemuda itu yang sedang mengendap-endap untuk menangkap kupu-kupu yang berada di atas bunga, hap! hap! pemuda itu sedang berusaha untuk menangkap sasarannya, pemuda itu berlarian menerjang tanaman bunga, semak, rerumputan, tapi sungguh naaz tak satupun kupu-kupu yang berhasil dia tangkap. Kakek yang memperhatikan menghampiri si pemuda itu dan menghentikannya “Begitukah cara kamu mengejar kebahagiaan?, berlari ke sana kemari tak tentu arah, bahkan menerobos dan tak peduli apa yang kamu rusak di sekitarmu?.

Kebahagian Itu Sudah Ada Di Hatimu

Bahagia Adanya Didalam Hati
Bahagia Adanya Didalam Hati

Nak”, Kebahagian itu seperti menangkap kupu-kupu, kamu tidak perlu menangkap wujud fisiknya, biarkanlah kupu-kupu itu memenuhi taman ini sesuai dengan kodratnya. Tangkaplah keindahan dan gerak kupu-kupu itu dalam pikiranmu dan simpanlah baik-baik kedalam hatimu. Begitu juga dengan kebahagiaan, kebahagian itu bukanlah sebuah benda yang bisa kamu pegang dan kamu simpan di suatu tempat, kebahagiaan tidak akan kemana-mana tapi dia selalu ada dimana-mana, Peliharalah baik-baik, dan selalu munculkanlah rasa syukur di dalam hatimu. Maka kebahagian itu akan sering mendatangimu tanpa kamu harus susah payah mencarinya. “apa kamu sudah mengerti?.

Pemuda terdiam sejenak dan tiba-tiba wajahnya berubah menjadi cerah, dan terlihat sangat senang. Terima kakek atas nasehat yang telah engkau berikan, pelajaran ini akan selalu kuingat dan aku akan selalu memelihara kebahagiaan itu di dalam hatiku. “ucap si pemuda sambil berlalu pulang kerumah dengan perasaan yang bahagia”.

Kesimpulan Cerita

Rasa syukur
Rasa syukur

Kesimpulan dari kisah di atas menurut saya, setiap orang di dunia ini semua pada sibuk mencari kebahagiannya masing-masing, mereka sibuk mencari kebahagiaan yang ada di luar diri mereka, sibuk mencari harta, sibuk mengejar dunia dan mereka menjadi lalai dengan Tuhan mereka. Padahal pada hakekatnya Tuhan lah yang telah menumbuhkan ,rasa nyaman dan bahagia di dalam hati mereka, jadi sangat mustahil menurut saya bila mereka ingin bahagia tapi mereka jauh dari Tuhan. Jadi peliharalah rasa syukur yang ada di hatimu akan setiap nikmat yang telah di berikan dan dekatkanlah hatimu dengan Tuhanmu serta berdoalah agar kebahagian itu selalu menghampirimu.

 

Artikel Terkait :  10 Nasehat Albert Einstein