Belajar Dari Mengembala Ternak

Tugas Mengembala Ternak

Seperti anak-anak desa lainya yang bekerja membantu orang tuanya begitupun saya, karena sibuk mengurus ladang kedua orang tua saya jarang dirumah, sehingga tugas untuk mengurus ternak yang kami miliki deserahkan kepada saya. Ternak yang kami milki waktu itu lumayan banyak, untuk memberikan makan kami cukup kerepotan sehingga saya mendapatkan tugas untuk mengembalakan ternak kami setelah pulang sekolah.

Kumpulan Sapi Yang Sedang Digembalakan

Kumpulan Sapi Yang Sedang Digembalakan

Saat awal-awal saya mengembala, ada kejadian kurang menyenangkan yang saya alami, seperti biasanya setelah pulang dari sekolah saya mengembalakan ternak saya ke hutan bareng teman yang lain. Setelah sampai di hutan kami semua mengarahkan ternak ke lahan yang masih hijau sehingga ternak kami bisa makan dengan kenyang, setelah itu biasanya ternak kami tinggl bermain di sungai di depan jalur ternak. Karena terlalu asyik bermain saya melupakan tugas saya untuk mengawasi ternak saya, ketika saya tersadar ternyata ternak saya tidak ada di dalam rombongan ternak-ternak yang lain. Sayapun langsung bergegas mencari ternak saya untuk diarahkan kembali ke kawanan ternak yang. Setelah satu jam  lebih saya mencari, akhirnya saya menemukan kawanan ternak saya di dekat ladang warga, “hampir saja” gumanku dalam hati, saat itu saya sangat khawatir bila ternak yang saya gembalakan menerobos pagar dan makan tanaman warga, jika itu terjadi pasti saya akan dimarahi oleh yang punya ladang. Setelah menemukan ternak sayapun menggiringnya ke gerombolan ternak yang lain agar bisa mengawasinya bersama-sama teman saya. Setelah ternak yang kami gembalakan kenyang dan waktu sudah menjelang malam ternak akan kami giring untuk pulang.

Para Pengembala Sapi

Beberapa Pengembala yang sedang mengembalakan ternakny

Pelajaran Besar Dari Pengembala

Aktifitas mengembala ternak yang saya lakukan dari kelas satu SD sampai SMP ikut berperan dalam membentuk sikap dan kepribadian yang saya miliki, dan itu baru saya sadari ketika saya beranjak dewasa bahwa mengembala domba mengajarkan saya tentang kepemimpinan. Berikut beberapa pelajaran penting tentang kepemimpinan yang saya dapatkan dari mengembala ternak.

Pelajaran Besar Dari Pengembala

seorang anak pengembala yang memberikan makan dan minum ternaknya

  • Menghadirkan kesejahteraan

Seorang pengembala yang baik pasti akan berusaha sebaik-baiknya untuk mencarikan makanan dan minuman terbaik bagi ternak gembalaanya. Inilah tugas yang mendasar bagi seorang pengembala yaitu menghadirkan kesejahteraan bagi ternak gembalaanya. Demikian juga seorang pemimpin, tugas utamanya adalah memberikan kesejahteran orang yang dipimpinya.

  • Melindungi dari bahaya

Pengembala selalu melindungi ternaknya dari bahaya yang mengancam, baik oleh hewan buas seperti srigala, macan, singa atau dari bahaya situasi hujan deras, angin ataupun panas yang menyengat. Seorang pengembala yang baik tidak akan membiarkan ternaknya dalam ancaman bahaya apalagi dari terkaman binatang buas. Selayaknya pemimpin juga seperti itu harus melindungi orang yang dipimpinya kelak, seorang pemimpin harus berada di barisan terdepan bila orang yang dipimpinnya dalam bahaya, sehingga menciptakan rasa nyaman bagi orang yang dipimpinya.

  • Mencegah Kemungkaran

Selain mengarahkan ternak ke lahan yang mempunyai banyak makanan, seorang pengembala juga mempunyai tugas penting lainya yaitu menjaga agar ternak yang digembalaknya tidak melakukan kesalahan atau melakukan perbuatan yang akan merugikan dirinya sendiri atau orang lain. Penggembala itu akan segera menghalau hewan ternaknya yang mendekati pematang sawah, atau pagar kebun orang lain.  Usaha preventif lebih di dahulukan daripada tindakan kuratif pemberian hukuman. Begitu juga seorang pemimpin akan membuat aturan-aturan untuk mencegah orang dipimpinya berbuat kesalahan, serta selalu mengingatkan orang yang dipimpinya agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang.

  • Memaksimalkan Potensi

Pengembala ternak biasanya memelihara ternak untuk diambil manfaat dari ternak tersebut, maka dari itu mereka melatih ternak tersebut untuk memaksimalkan potensi yang dipunyai oleh ternak tersebut seperti memeras susu, atau membantu membajak sawah. Pemimpin yang baik juga harus melakukan hal itu, dia tidak akan melakukan semuanya sendirian, seorang pemimpin harus bisa mngeluarkan potensi maksimal dari orang yang dipimpinya untuk bersama-sama mencapai tujuannya.

Dari hal-hal yang sederhana banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil, termasuk dari hal yang sering diremehkan oleh orang seperti pohon pisang ataupun mengembala domba. Tapi dari kegiatan itu banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Mungkin nabi Muhamad SAW bisa menjadi pemimpin umat yang hebat,karena waktu kecil beliau juga mengembalakan kambing.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra Nabi Muhammad saw pernah bersabda,  “Tidak ada seorang Nabi yang Allah utus kecuali ia pernah menggembala domba. Para sahabat bertanya, “Termasuk Engkau wahai Rasulullah? Ia menjawab, “Ya, saya pernah mengembala domba milik orang Makkah dan mendapatkan upah.”

Pengalaman penggembala domba di masa kecil yang melandasi kepribadian Rasulullah sebagai pemimpin besar bagi umat manusia ini. Jadi sudah selayaknya kita sebagai umat islam untuk selalu mengidolakan beliau dan juga mengamalkan apa yang telah beliu lakukan

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang Mukmin,” (QS at-Taubah: 128). Wallahu a’lam bishshawab..

Artikel Terkait :  Bincang Santai Bareng Mas Gugus Sakti

Leave a Reply